ads

Pengusaha, Tidak Perlu Anda Menyogok atau Mentraktir Ahok

Pengusaha, Tidak Perlu Anda Menyogok atau Mentraktir Ahok

Koran Gratis - Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengimbau agar para pengusaha tidak mencoba untuk menyogoknya demi memperlancar proses perizinan. Karena saat ini seluruh proses perizinan di Jakarta sudah terpusat di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) yang kantornya tersebar dari tingkat kantor kelurahan sampai kantor wali kota.




Ahok menyatakan, dengan jabatannya saat ini, ia mampu untuk mentraktir para pengusaha makan di restoran mahal. Sebab, kata dia, Gubernur DKI mendapatkan uang operasional yang jumlahnya besar.



"Saya juga sudah bilang ke para pengusaha, tidak perlu kasih saya uang. Traktir makan juga tidak usah. Malah saya yang bisa traktir Anda. Tinggal tunjukin aja tempat makan yang paling mahal di Jakarta. Mau Rp 5 Juta satu porsi saya bayar. Saya punya uang sekarang, Gubernur DKI, uang operasionalnya gede," kata dia yang langsung disambut tawa para undangan yang hadir dalam acara prosesi pembukaan kembali Patung Arjuna Wijaya pasca dilakukannya renovasi, Minggu (11/1/2015) sore.



Menurut Ahok, ketimbang menyogok dirinya, lebih baik para pengusaha mengadakan program corporate social responsibility (CSR) perbaikan taman-taman dan tempat bersejarah. Nantinya, kata dia, pihak yang memberikan CSR diperkenankan mencantumkan namanya di lokasi yang ia benahi.



"Jadi, enggak perlu Anda mentraktir saya. Daripada nyogok saya Rp 4-5 Miliar, mendingan tempelin nama di taman kan. Jadi enggak perlu Anda sogok menyogok," ujar pria asal Belitung itu.



Ahok mengatakan, pada Maret mendatang ia berencana ingin membangun enam taman terpadu, yang idenya diserahkan langsung ke masyarakat. Ia pun pun berharap banyak pihak swasta yang terlibat dalam program tersebut.



"Masyarakat tinggal menyampaikan mereka maunya taman yang seperti apa, nanti kita yang buatkan. Supaya masyarakat merasa memiliki," ujar dia.

Lagi Hangat